BANJIR MANUSIA DI PUSAT GROSIR TANAH ABANG

BANJIR MANUSIA DI PUSAT GROSIR METRO TANAH ABANG
Pusat Grosir Metro Tanah Abang bagaikan pasar legendaris dari Batavia dan sudah  terkenal sejak tahun 1735-an. Pusat keramaian ini tak hanya menjadi lokasi favorit bagi para pedagang untuk berniaga, melainkan juga sebagai tempat belanja yang banyak didatangi para pembeli dari segala manca negara dan tanah air sendiri. Selain karena barang-barangnya tersedia dalam banyak pilihan, pasar Tanah Abang pun terkenal karena harga-harganya yang murah, dengan kualitas yang tidak kalah bagus dengan tempat lainnya.

Tidak heran apabila kita menemukan pemandangan yang sangat miris, dimana ribuan manusia berdesak-desakan di dalam pasar. Berdesak-desakanpun tidak dapat terhindar apabila kita memasuki area Pasar Tanah Abang ini. Keramaian Metro Tanah Abang akan segera terasa, begitu pengunjung mendekati gedung Metro tersebut, antrian panjang untuk masuk ke gedung parkir. Begitu padatnya kendaraan yang ingin masuk ke gedung parkir, sampai-sampai petugas melakukan buka tutup untuk mencairkan kepadatan di dalam gedung parkir.

Menurut hasil wawancara saya kepada Pak Wisnu (security), di dalam pertokoan Metro Tanah Abang sendiri, keramaian dimulai dari jam 5 pagi, proyeknya sudah buka, dan toko-toko terutama di lantai 1 sudah mulai berbenah memajang model-model barunya. Para pembeli juga sudah mulai berdatangan, karena mereka juga tahu bahwa untuk mendapatkan model yang bagus harus datang pagi supaya tidak kehabisan. Walaupun sudah datang dari pagi, pembeli tidak dijamin bisa mendapatkan barang-barang yang benar-benar di sukai. Oleh karena toko-toko yang benar-benar ramai, pembeli harus berebutan dengan pembeli yang lain untuk mendapatkannya. Kerumunan ramai dan teriakan-teriakan pembeli dan penjual biasanya terdengar dengan sangat nyaring, mengakibatkan semakin banyak pembeli lain berdatangan. Dalam waktu kurang dari 1 jam, toko tersebut sudah kehabisan barang. Pembeli akan beralih lagi ke toko lain yang baru buka, dan kejadian seperti ini akan terulang lagi, rebutan, teriakan, tumpukan pembeli, dan lemparan barang barang yang direbut para pembeli.
Ada juga toko yang ramai menerapkan cara berjualan yang berbeda. Barang-barang mereka tidak dilempar untuk direbut, tetapi mereka hanya mencatat pesanan pembeli di nota, pembeli diminta untuk memberikan dp terlebih dahulu.  Setelah pembayaran di terima, barang langsung di packing di kantong. Cara demikian menurut hemat kami jauh lebih aman dan elegan. Tidak mengundang tangan-tangan jahil yang sering mencari kesempatan dalam keramaian dan kesempitan.

Solusi praktis jika ingin ke Tanah Abang :
1.    Lebih baik tidak beramai-ramai : karena Tanah Abang bukan tempat wisata, dan kios-kiospun terlalu kecil untuk Anda kunjungi beramai~ramai.
2.    Jangan bawa anak ataupun bayi : suasana Tanah Abang yang padat, ramai, sungguh tidak nyaman bagi anak-anak ke sana dan orangtuapun akan repot mengurus anak yang berulah.
3.    Lebih baik kendaraan Anda di transit di mall terdekat : Anda bisa naik ojek atau bajaj untuk menghemat waktu Anda, karena dipastikan akses ke Tanah Abang akan padat dan memakan waktu yang lebih lama jika Anda membawa kendaraan sendiri, dan belum tentu dapat tempat parkir dengan cepat.
4.    Tulis daftar belanjaan : berguna untuk menghemat waktu Anda, jadi Anda bisa langsung menuju lantai/zona yang ada.
5.    Cari informasi mengenai toko/produk yang ingin anda cari : zaman era internet ini, apa yang tidak bisa dicari? Atau kalaupun tidak ketemu mengenai info/toko tentu Anda bisa langsung menanyakan ditempat informasi di tanah abang.
6.    Mintalah Kartu Nama Toko : Karena dengan banyaknya Toko/Kios di tanah abang, tak jarang konsumen lupa alamat yang di tuju, meskipun sudah 2 atau 3 kali ketempat yang sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s